Archive

Posts Tagged ‘bunka’

Shin-men, 3 April 2008

April 10, 2008 12 comments

Kamis minggu kemarin, Gw, Jul, en Sendi menjalankan operasi anti sakit hati. Operasi yg udah 2 kali gw lakukan ini dikarenakan oleh event gede2an yg ada di kampus yaitu wisuda. Jadi daripada sakit hati (secara temen2 gw udah wisuda gw blom T T ) kaburlah gw dkk menjauhi kampus sekalian refreshing menjauhi pikiran dari Roy Suryo, Pak nuh, Fitna, en UU ITE (walaupun ternyata disono tetep diomongin jugak).

So, meluncurlah kita menuju Ciwalk (soalnya banyak tempat jalan2, sighseeing, en tempat makan). Kita meluncur ke sono ngangkot soalnya tampaknya Jul masih trauma naik motor gara2 kecelakaan yg dialaminya baru2 ini. Langsunglah kita melakukan tawaf, muter2 ciwalk. Secara gw dari pagi blom makan pergilah gw mencari ganjelan di Yogya (tadinya mau di bread talk, tapi bread talk ciwalk blom jadi). Akhirnya terganjelah perut ini oleh roti seharga 4000 Rupiah, tetapi dengan ukuran sebesar keyboard.

Read more…

Samurai Sword

January 30, 2008 5 comments

Yak, kelas hari ini kita akan membahas tentang samurai, ato yg di Jepang sono disebut nihontō (Japanese sword). nihontō sendiri banyak jenisnya, dibagi2 berdasarkan ukuran dan fungsinya.

Pedang samurai yg biasa kita kenal itu masuk ke kategori katana, yaitu pedang satu sisi, berukuran sedang, en sedikit melengkung. . . ya yang sering kita lihat di film2 lah. Panjang nihonto diukur dengan satuan shaku dimana satu shakuitu sekitar 30 cm, beberapa jenis nihonto dikelompokan berdasarkan panjang:

  • Tanto
    Panjang sekitar 25 cm, masuk kategori pisau, penggunaannya biasanya untuk nusuk. Cewe2 Jepang jaman dulu juga kadang2 membawa tanto di balik obi (ikat pinggang kimono) untuk self defence
  • Wakizashi
    Panjang antara 30-60 cm, para samurai biasa menggunakannya sebagai secondary weapon
  • Kodachi
    Lebih panjang dari wakizashi, tetapi lebih pendek dari katana. Biasa digunakan sebagai perisai dalam hand – to – hand combat (mirip fighting stylenya Aoshi dari Rurouni Kenshin), karena tidak sepanjang katana (kurang dari 2 shaku) maka tidak menyalahi aturan membawa pedang di zaman Edo sehingga boleh dibawa oleh orang biasa (dulu cuma samurai yg boleh bawa pedang). Pedangnya lebih melengkung dari wakizashi.
  • Katana
    Pedang umum, panjang antara 70-80 cm, single-edge, melengkung. Dibawa oleh kaum samurai merepresentasikan status sosialnya. Biasanya dibawa berpasangan dengan wakizashi atau tanto yang digunakan untuk close-quarter combat dimana katana digunakan untuk open-quarter combat.
  • Tsurugi
    Kelompok pedang2 broadsword (double-edge, lurus), biasanya bentuknya seperti pedang2 Cina
  • Chokuto
    Sama seperti katana, hanya saja tidak melengkung tetapi lurus. Ditemukan sebelum jaman Heian sebelum orang Jepang menemukan teknik melengkungkan pedang (yg ternyata unik caranya) . Karena pedangnya lurus sulit digunakan dan jarang dipakai dalam pertempuran. Setelah ditemukannya katana, chokuto masih tetap diproduksi tetapi kebanyakan berfungsi sebagai ceremonial sword.
  • Ninja-to
    Dipakai oleh para Ninja lebih pendek, lebih tipis, dan tidak semelengkung katana agar mudah disembunyikan (Ninja gitu loh)
  • Nodachi & Odachi
    Panjang lebih dari 80 cm. Digunakan untuk melawan pasukan barkuda (motong kuda ama penunggangnya sekaligus). Karena bikin pedang panjnag susah, pedang kategori ini langka beet.
  • Nagamaki
    Panjang belati kurang lebih sama seperti katana, tetapi panjang gagang hampir sama panjang dengan belatinya.
  • Naginata
    Tombak dengan mata tombak seperti belati katana. Biasa digunakan oleh wanita.
  • Yari
    Tombak dengan mata tombak lurus.

Masuk ke pembuatan nihonto, ternyata cara pembuatan yg tradisional rumit banget loh, gak cuma asal manasin besi, tang-teng-tong trus jadi. Disono itu makenya baja kualitas tinggi, lupa namanya apa, yg pertama kali dipanasin non-stop selama 3 hari, wew. . . Trus sempe disitukah kerumitannya? kagak, ternyata nihonto itu dalemnya 3 lapis, lapisan luar yg super keras, lapisan tengah yg agak keras, dan lapisan dalem soft, sehingga menghasilkan pedang yg tajam, kuat, tetapi juga lentur sehingga tidak mudah bengkok. Proses penempaannya tiga jenis baja tersebut ditumpuk, ditempa, trus dilipet. (lucu jugak)

Nah ternyata juga, awalnya nihonto itu gak melengkung, tapi lurus, nah ternyata cara ngelengkunginnya unik banget. Tau kan pola mirip2 gelombang yg ada di mata pedang nihonto, nah disitu kuncinya. Pada proses pelengkungan, awalnya bagian mata pedang diolesi dengan arang klo gak salah, yg nyebabin panas tersimpan lebih lama. Nah setelah pengolesan, pedang dipanaskan lagi, trus pedang didinginkan secara cepat dengan cara dicelupkan ke air. Nah karena dioleskan dengan arang, bagian mata pedang akan dingin lebih lama, sedangkan bagian tumpulnya akan dingin lebih cepat sehingga akan menyusut lebih dulu yg mengakibatkan pedang akan melengkung ke arah bagian tumpul (pokoknya inget aja pelajaran fisika SMP dulu tentang rel kereta)

/me terinspirasi buat bikin ni tulisan abis nonton weapon master. . .

Categories: Knowledge Share Tags: , , , ,

Nihon no Matsuri

December 22, 2007 2 comments

Nyaris 2 minggu yg lalu (kok baru sekarang ya gw post, dasar males) tepatnya hari sabtu tanggal 1 Desember 2007, JGC STT Telkom ngadain acara gede2an di Ciwalk Bandung yaitu Nihon no Matsuri

Acara yg disiapin sekitar 3 bulan oleh panitia Nihon no Matsuri ini (secara gw udah ketuaan, jadi gw gak ikut ngurusin, gw jadi penikmat doank) sebenernya terdiri dari dua rangkaian acara, yaitu seminar yg diadain seminggu sebelomnyah ama japan festival yg diadain di ciwalk ini.

Secara gw cuma jadi penikmat, gw ceriatain aja proses gw nikmatin acara ini. Sekitar jam 11:00 gw bersama si Jul Bapuk#2 berbekal niat, tar gede berisi Canon eos 30d beserta speedlite & tele , dan motor si Mika Bapuk#7 yang ditinggal pemiliknya gara2 pemiliknya terkena penyakit cacar & terpaksa mengungsi ke rumahnya di Bekasi :D, berangkatlah saya menuju Ciwalk.

Read more…